Coastal Management

Pendekatan Konvensional dan Pendekatan Ekosistem untuk Pengelolaan Perikanan


Di antara beberapa ciri perikanan multijenis adalah adanya interkasi perikanan yag meliputi interaksi biologi, teknis dan ekonomi.  Interaksi itu sering menyulitkan dalam pengelolaan perikanan karena banyaknya pertimbangan.  Beberapa model konvensional seperti surplus production dan metoda yield per recruit dapat digunakan untuk mengelola perikanan ini.

Berkembangnya kajian berbasis ekosistem memberikan harapan penggunaan model ini untuk perikanan multijenis.  Di antara beberapa keputusan manajemen yang diperlukan untuk mengelola perikanan ini, kepeutusan management dalam arti yang sangat sempit, yakni introduksi regulasi seperti kuota hasil tangkapan, ukuran minimum, dan tindakan yang dirancang untuk lebih melindungi kepentingan khusus dari kelompok tertentu, misalnya pelarangan trawl dalam suatu jarak tertentu dari pantai untuk melindungi nelayan tradisional/artisanal diperlukan untuk melindungi sumberdaya dan keberlanjutan usaha pemanfaatannya.

Untuk mengembangkan pendekatan yang bersifat modern dengan memperhatikan perubahan yang terjadi secara dinais pada stok ikan seperti ukuran, umur, rekrutmen, serta perubahan ekologis masih memerlukan berbagai studi yang lebih mendasar khususnya aspek biologi dan aspek ekologi.  Berbagai alat bantu (software) untuk analisis stok telah banyak dikembangkan, namun keseluruhan alat bantu tersebut memerlukan masukan data yang reliable (data demand).  Data yang memadai sangat penting karena secara prinsip alat bantu tersebut mengikuti prinsip umum pemodelan bahwa jika masukan yang diberikan berupa sampah maka keluarannyapun berupa sampah (garbage in garbage out).  Walaupun tentu saja, orang-orang yang bekerja dengan system pemodelan tidak akan memasukan sampah ke dalam model yang dibangunnya.

 

Beberapa keterbatasan dari berbagai pendekatan terhadap managemen perikanan yang kini digunakan bersifat rumit/kompleks, mempunyai karakteristik sebagai berikut:

  1. Kekurangmampuan badan pengelola dalam menghadapi variabilitas kondisi lingkungan, aspek-aspek biologi dan ekonomi dari berbagai system perikanan.
  2. Kegagalan di dalam menentukan strategi jangka panjang atas sasaran/target managemen, termasuk tujuan-tujuan biologis, sosial dan ekonomi bagi perikanan.
  3. Ketidaktepatan skala waktu dan reaksi alamiah dari ketentuan/tindakan peraturan yang sudah ditetapkan.  Disatu pihak, kekurangkonsistenan dalam managemen selama kurun waktu tertentu, dan dilain pihak kekuranglenturan (kurang fleksibel) dalam bereaksi secara cepat terhadap berbagai peluang seperti perubahan pasar.
  4. Dominasi nasihat/advis/petunjuk yang bersifat biologi dengan pertimbangan yang kurang memadai terutama terhadap dampak stokastik dari petunjuk seperti itu, kurangnya peranan yang nyata atas pertimbangan social ekonomi dalam pengambilan keputusan managemen.
  5. Kekurangterlibatan dari mereka yang berkepentingan (termasuk orang-orang perikanan dan publik) dalam pembuatan keputusan managemen.
  6. Penurunan kemampuan dari badan-badan yang harus melaksanakan peraturan untuk membiayai pengeluaran dari system managemen yang tengah berlangsung.
About these ads

One thought on “Pendekatan Konvensional dan Pendekatan Ekosistem untuk Pengelolaan Perikanan

  1. jadi dalam hal pemecahan masalah keterbatasan dari berbagai pendekatan terhadap managemen perikanan bersifat rumit/kompleks, apakah dalam pendekatan konvensional dalam artian pengelolaan menjadi kendala pengelolaan perikanan ?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s