LIPI Kembangkan Teknologi UAIS Untuk Pengaturan Lalu Lintas Laut


Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan sistem indentifikasi otomatis universal (UAIS) untuk radar kapal serta radar di pantai yang berguna untuk mengatur arus lalu lintas laut.

“Teknologi ini penting dikembangkan karena dapat mengirimkan informasi yang penting tentang posisi, tujuan, identifikasi kapal, serta kondisi cuaca dari satu kapal kepada kapal lainnya dan juga kepada radar di pantai atau pelabuhan,” kata Team Radar Puslit Elektronika dan Telekomunikasi LIPI, Dr Mashury Wahab seusai presentasi UAIS di Pameran Indo Defence di Jakarta, Sabtu.

Dengan demikian, menurut dia informasi tersebut kemudian dapat diolah oleh kapal lainnya serta petugas di darat (pelabuhan) untuk mengatur lalu lintas dan menghindarkan tabrakan. Apalagi sistem ini memiliki delay (penundaan) informasi yang tak lebih dari satu detik karena menggunakan satelit, sehingga informasi yang diterima seperti real time (saat itu juga).

“Jadi kejadian di tengah laut misalnya dapat dengan cepat diketahui posisi dan jaraknya baik dari radar pantai maupun oleh kapal-kapal lainnya yang menggunakan teknologi UAIS ini,” kata Mashury.

Selain itu Mashury mengatakan jika sistem ini terpasang pada semua kapal akan membantu pihak keamanan untuk melacak kapal-kapal yang mencurigakan.”Dengan adanya pesan mengenai identifikasi kapal-kapal seperti berat, panjang serta isinya dan juga posisi dan jaraknya dari kapal yang terpasang UAIS maka petugas kelautan dapat mengamati pergerakan kapal tersebut. Jika ada kapal yang tak dikenal karena tanpa informasi yang dipancarkan melalui UAIS ini maka petugas dapat segera bertindak,” katanya.

Pengembangan UAIS ini, menurut dia selain untuk memperbaiki sistem kelautan Indonesia juga usaha untuk menghindari ketergantungan alat radar dari negara asing.”Apalagi IMO (Organisasi Maritim Internasional) mensyaratkan agar semua kapal menggunakan UAIS pada Juli 2008 untuk menjaga keamanan dan kenyamanan dalam perjalanan di laut,” katanya.

Sementara itu dalam rangka pengembangan ini LIPI bekerjasama dengan pemerintah Belanda dalam bentuk bantuan teknis dan kerjasama dengan Kementrian Riset dan teknologi. Dengan Belanda karena mereka memiliki sarana dan prasarana yang lebih lengkap dalam pengembangan teknologi ini,” katanya.

Sedangkan usaha LIPI dalam mengembangkan teknologi UAIS untuk radar sampai saat ini masih dalam disain antena, disain perangkat lunak dan disain perangkat keras. Tahun 2007 diharapkan Implementasi antena, perangkat lunak dan perangkat kleras selesai.”Kami perkirakan tahun 2008 dapat melakukan percobaan radar pantai yang menggunakan UAIS ini di Cilegon,” kata Mashury.antara/mim

 

Sumber : Republika (25 November 2006)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s