Efek bulan pada gempa masih berbau mitos


gembul-1.jpgDiskusi tentang pengaruh bulan terhadap kejadian gempa sebenarnya sudah lama. Yang saya tulis sebelumnya bukanlah yang pertama tentusaja. Dalam tulisan saya juga saya sitir beberapa penelitian “ilmiah“nya, masih statistical, yang bermakna korelasional, bukan kausal. Korelasional itu maknanya mirip hanya kebetulan, kausal itu sebab akibat.

USGS memang belum menaruh perhatian khusus tentang hal ini. Mungkin disebabkan karena evidence selama ini hanyala statistikal tadi, dan bukan penelitian fisis (scientific physics). Maksudnya belum ada sebuah penelitian dengan menggunakan alat pengukuran dengan perhitungan parameter dengan memanfaatkan mathematical relations. Sehingga seolah-olah kejadian gempa sehubungan dengan peredaran bulan hanyalah sebuah kejadian yang “kebetulan” saja.


Gelombang EM (Electro-Magnetic)

Ada sebuah penelitian lucu yang mungkin juga hanya kebetulan juga yaitu, di Sanfrancisco, California. Disana diketemukan hubungan aneh ketika akan terjadi gempa sering ditandai dengan meningkatnya jumlah laporan kehilangan anjing dan kucing. Kisah anjing hilang ini sempat menjadi “mitos” yang berkepanjangan disana. Walaupun mungkin saja secara intuitif bisa saja kita bilang adanya perubahan gelombang EM yang mempengaruhi orientasi kucing dan anjing. Lah wong memang kenyataan saat ini penelitian gelombang EM untuk prediksi gempa juga marak, bahkan mengukur gelombang EM lewat satelit yang khusus diluncurkan khusus untuk riset ini. Tapi masak sih kita nanya sama Gembul kalau akan ada gempa ?

Banyak filem-filem sci-fi (science fiction/fiksi ilmiah) yang menggunakan kemunculan gangguan EM sebagai salah satu clue (petunjuk) ketika akan muncul bencana alam. Kesan mistis dengan gelombang EM selalu saja akan ada, bahkan akhirnya akan menjalar sebagai “mitos” dan seringkali justru meresahkan, karena tidak didukung penelitian yang menghasilkan keputusan yang tidak bias (unbiassed conclusions). Walaupun tidak dapat dikatakan 100% salah total. Tetapi ketika ada sebuah berita yang kadang ada benarnya dan banyak salahnya ini, kita harus mampu membacanya dengan proporsional. Jangan trus buru-buru karena ada angkanya dan rumus serta grafiknya maka disebut sebagai penelitian ilmiah.

Sekali lagi, bahwa banyak kejadian yang saat ini masih bersifat statistikal (kebetulan) yang belum dikaji secara ilmiah saintifik. Maksudnya saintifik itu menggunakan alat ukur sehingga dapat dibaca tanpa adanya prejudice, tanpa kekhawatiran ataupun harapan, tidak bias pemikiran dsb. Penelitian EM untuk tujuan prediksi gempa itu sendiri sudah menunjukkan beberapa kemajuan. Hanya saja masih banyak yang menggunakannya sebagai “riset“, belum bisa dikatakan applied. Artinya para ahlinya sendiri masih menganggap bahwa penggunaan EM masih belum teruji secara ilmiah.

Efek gravitasi bulan masih bersifat dugaan

Demikian juga dengan penelitian efek gravitasi akibat peredaran bulan dengan trigger gempa. Walaupun saya menuliskannya bulan sebagai sebuah “pemicu” gempa, menurut saya gejala gempa yang muncul bersamaan dengan posisi peredaran bulan belum bisa dikatakan sebagai sebuah prediksi ilmiah (yg dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah). Namun begitu, ga ada salahnya untuk mengantisipasi. Saya sendiri sadar ‘science‘ selalu “datang terlambat” tetapi saya tetap tidak akan meninggalkan penelitian saintific ini karena lebih mudah dikontrol dan dikembangkan serta, tidak bias dengan mistis dan mitos.

Sumber:

http://rovicky.wordpress.com/2007/12/03/efek-bulan-2/#more-1116


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s