Yesus mungkin berjalan di atas es?


Wed Apr 5, 2006 11:02 AM ET

Oleh Jim Loney

MIAMI (Reuters) – Perjanjian Baru mengatakan bahwa Yesus berjalan di atas air, namun seorang profesor di universitas Florida percaya bahwa kemungkinan ada penjelasan yang kurang spektakuler tentang hal itu  — yaitu Dia [Yesus] berjalan di atas potongan – potongan es yang terapung.

Profesor Doron Nof juga berteori pada awal tahun 1990an bahwa terdapat dasar ilmiah di balik peristiwa Musa membelah Laut Merah.

Nof, professor oseanografi di Universitas Negara Bagian Florida, mengatakan pada hari Selasa bahwa studinya menemukan kombinasi yang tidak biasa antara air dan kondisi atmosfir di tempat yang kini dikenal sebagai Israel Utara yang memungkinkan pembentukan es di Laut Galilea.

Nof memanfaatkan catatan suhu permukaan Laut Mediterania dan model statistik untuk memeriksa dan dinamika Laut Galilea, yang sekarang dikenal sebagai Danau Kinneret oleh Orang Israel masa kini.

Studi tersebut menemukan bahwa ada periode dimana suhu lebih rendah pada masa antara 1,500 dan 2,600 lalu yang didalamnya kemugkinan dekade masa hidup Yesus.

Penurunan suhu di bawah titik beku bisa menyebabkan terbentuknya es yang ketebalannya cukup untuk medukung manusia pada permukaan danau air tawar dekat pantai barat, kata Nof. Kemungkinannya sangat tipis bagi orang yang berada di jauh untuk melihat potongan – potongan es yang terapung yang dikelilingi air.

Nof mengatakan bahwa dia menawarkan studinya – yang diterbitkan pada edisi April dari Journal of Paleolimnology – sebagai “kemungkinan penjelasan” bagi kenyataan Yesus berjalan di atas air.

“Jika anda bertanya apakah saya percaya ada orang yang berjalan di atas air, [maka jawabannya adalah] tidak, saya tidak percaya,” Nof berkata. “Mungkin ada orang yang berjalan di atas es, saya tidak tahu. Saya percaya bahwa ada sesuatu yang alamiah (natural) yang dapat menjelaskannya.”

“Kita membiarkan orang lain untuk memutuskan apakah penelitian kami menjelaskan ceritera Alkitab.”

Pada saat dia menawarkan teorinya 14 tahun lalu bahwa kondisi angin dan laut dapat menjelaskan terbelahnya Laut Merah, Nof mengatakan bahwa dia menerima email yang mengutuknya, walaupun dia menyatakan bahwa gagasannya bisa mendukung gambaran Alkitab tentang kejadian tersebut.

Dan seiring dengan mulai tersebarnya teorinya tentang Yesus berjalan di atas air, dia menerima lebih banyak email semacam itu dalam kotak masuk emalinya.

“Merka bertanya apakah saya nanti akan mencoba menjelaskan kebangkitan [Kristus],” ujarnya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s