Bagaimana sebaiknya, jika Kawasan Suaka Perikanan diterapkan di beberapa Kawasan Pesisir dan Laut Indonesia?


joy5Kawasan konservasi laut (KKL) secara individu maupun jaringan merupakan alat utama dalam melindungi keanekaragaman hayati laut. Walaupun pengetahuan tentang KKL terus berubah-ubah/meningkat tetapi penerapan dari teori teori untuk kawasan yang luas hampir belum ada. Beberapa teori merekomendasikan bahwa zona inti dalam KKL seharusnya melindungi lebih dari 20 %. Namum kesepakatan tentang seberapa besar habitat yang harus dilindungi keanekaragaman hayati lautnya dalam menjamin konektivitas ekologi belum ada. Salah satu contoh KKL yang dibentuk untuk menjamin konektivitas ekologi antara KKL adalah KKL Gulf of California yang meliptui 10 KKL dengan perbedaan habitat yang beranekaragam. Pengertian KKL diusulkan oleh KOMITE NASIONAL KONSERVASI LAUT (KOMNASLAUT) sebagai terjemahan resmi dari Marine Protected Area (MPA). Dengan mengadopsi definisi dari IUCN, KKL dibagi kedalam beberapa kategori yang dapat disetarakan dengan jenis KKL di Indonesia , definisi kategori tersebut adalah sebagai berikut :

Kawasan Konservasi Laut adalah perairan pasang surut termasuk kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil, termasuk tumbuhan dan hewan didalamnya, serta termasuk bukti peninggalan sejarah dan sosial budaya dibawahnya, yang dilindungi secara hukum atau cara lain yang efektif, baik dengan melindungi seluruh atau sebagian wilayah tersebut.

Pengertian di atas adalah suatu pemahaman yang sudah berlaku umum diterjemahkan dalam kegiatan proses-proses perencanaan di wilayah pesisir. Satu hal yang menjadi menarik ketika melakukan kajian mengenai apa yang di maksud dengan Kawasan Konservasi Laut atau Marine Protected Area dalam UU no 31 Tahun 2004. Di dalam UU no 31 2004 dalam pasal 7 ayat 1 point q hanya menulis Suaka Perikanan (Suaka perikanan merupakan kawasan perairan tertentu baik air payau maupun air laut dengan kondisi dan ciri tertentu sebagai tempat berlindung atau berkembang biak jenis sumber daya ikan tertentu, yang berfungsi sebagai daerah perlindungan) yang secara ekplisit tercantum juga pada bagian awalnya mengenai pengertian Konservasi Sumberdaya Perikanan dalam pasal 1 ayat 8 yang mengartikan demikian:

“Konservasi Sumberdaya Ikan adalah: upaya perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan sumberdaya ikan, termasuk ekosistem, jenis dan genetic untuk menjamin keberadaan, ketersediaan dan kesinambungannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragaan sumberdaya ikan.”

Bagaimana Kawasan Konservasi Laut akan memberikan nilai positif terhadap dunia perikanan?

Dari berbagai proses pembentukan kawasan konservasi laut di Indonesia jelas terlihat adanya berbagai perbedaan dalam menentukan fungsi kawasan. Sebagian besar penentuan kawasan masih bersifat hanya pada lokasi setempat atau belum menggambarkan keterkaitan dengan kawasan konservasi laut wilayah lainnya. Perbedaan-perbedaan ini dimungkinkan akan menimbulkan konfllik baik dari aspek biofisik maupun dari aspek pengelolaan. Kawasan konservasi laut merupakan suatu kawasan yang berfungsi untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati yang terdapat di dalam kawasan tersebut dari berbagai gangguan. Berbagai gangguan terhadap kawasan konservasi laut yang terjadi semakin meningkat dalam beberapa tahun belakangan ini, baik gangguan dari alam maupun dari aktivitas kegiatan manusia. Salah satu langkah yang nyata dalam mengurangi berbagai gangguan tersebut adalah penetapan kawasan konservasi laut. akhir-akir ini upaya penetapan kawasan konservasi laut banyak menghadapi berbagai tantangan, misalnya krisis ekonomi, sosial budaya yang menurun, pemanfaatan sumberdaya yang berlebihan dll. Beberapa alasan penting dalam penetapan kawasan konservasi laut adalah sebagai berikut:

1) Perlindungan terhadap kelangsungan ekosistem pesisir laut dan pulau-pulau kecil dari berbagai ancaman baik dari alam maupun kegiatan manusia.

2) Perlindungan terhadap biota laut yang dilindungi dari ancaman kepunahan

3) Menjaga kelestarian sumberdaya laut dari eksploitasi yang berlebihan

4) Pemanfaatan aktivitas kegiatan yang tepat/sesuai dengan fungsi kawasan

Pengelolaan Kawasan Konservasi bertujuan untuk mewujudkan keseimbangan ekosistem, kelestarian sumberdaya ikan serta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mutu kehidupan. Untuk itu perlu upaya – upaya dalam pengelolaan kawasan konservasi seperti :

a. Pengembangan Data dan Informasi

b. Pengelolaan Batas dan Zonasi

c. Pengelolaan Sumberdaya Hayati dan Perikanan

d. Pengelolaan Sarana dan Prasarana

e. Pengelolaan Pariwisata, Pendidikan dan Penelitian

f. Pengendalian, Monitoring dan Pengawasan

g. Pemberdayaan Masyarakat

h. Penyadaran Masyarakat

i. Penguatan Kapasitas dan Sumberdaya Manusia

j. Pengembangan Jaringan Kerjasama dan Kemitraan

Selain itu pula, untuk berhasilnya pengelolaan perikanan di Kawasan Konservasi Laut perlu adanya jejaring (network) antar kawasan konservasi laut mempunyai peranan yang penting dalam empertahankan keanekaragaman hayati di kawasan tersebut. Beberapa alasan dalam membuat jejaring antar kawasan konservasi laut diantaranya sebagai berikut:

  1. Untuk menggambarkan keanekaragaman hayati di kawasan konservasi laut

  2. Untuk menjaga dan memeliharan keanekaragaman hayati

  3. Untuk memberikan model pemanfaatan kawasan konservasi laut yang mendukung ekosistem setempat

  4. Untuk menjaga atau melindungi tempat biota laut yang dilindungi dari berbagai ancaman

  5. Menjaga keberadaan potensi sumberdaya perikanan laut

  6. Untuk memperluas kawasan konservasi laut

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s