SIAPA SAYA SESUNGGUHNYA? ( suatu refleksi filsafat pembenaran hidup)


“You are free to choose, but the choice you make today will determine what you will have, be and do in the tomorrows of your life”  Zig Ziglar.

Pertanyaan yang kelihatan sangat sederhana, akan tetapi membutuhkan pemikiran yang empiris dan pragmatis untuk menjawab perilaku dan tabiat dari diri sendiri. Pada dasarnya, setiap individu memiliki : Karakter dan Kharisma. Secara spesifik dijelaskan untuk mengetahui kepribadian seseorang ( baca: saya/sebagai individu) dilihat dari 2 (empat) kriteria di atas yaitu:

1. Karakter.

  • Karakter dilihat bukan dari perbuatan dan perkataan akan tetapi, karakter ditentukan oleh siapa saya sesungguhnya. Siapa saya sesungguhnya,menentukan apa yang saya lihat, itulah sebabnya seseorang/diri sendiri tidak dapat dipisahkan karakter dirinya sendiri dengan perbuatan yang ia lakukan.
  • Karakter adalah suatu pilihan. Banyak hal didunia ini yang tidak bisa kita kendalikan. Misalnya: memilih orang tua kita, tempat dimana kita lahir, memilih talenta yang kita miliki atau IQ sekalipun. Namun kita bisa memilih karakter kita pada saat kita menghadapi permasalahan, mengambil keputusan, mendukung atau menolak suatu pernyataan, dan lain sebagainya. Disaat kita mengambil keputusan kita secara tidak sadar kita menciptakan karakter kita.
  • Karakter mempengaruhi orang lain. Kepemimpinan sejati selalu melibatkan orang lain seperti ungkapan jika sayapikir sayamemimpin padahal tidak ada orang mengikuti anda, maka sayasebenarnya hanya jalan-jalan.

2. Kharisma.

Kharisma, menurut Dr. Doe Lang (pengarang buku The New Secrets of Charisma: How to Discover and Unleash Your Hidden Powers) adalah sesuatu yang memberikan daya magnet dan membuat setiap orang merasa semakin kuat, semakin berdaya, semakin indah dan semakin sukses. Kalau kita kaitkan dengan konsep Stephen R. Covey (pengarang The 7 Habits of Highly Effective People), orang berkharisma adalah orang yang memiliki “comfort zone” yang sangat luas sehingga dapat membuat orang yang berada disekitarnya terinspirasi dan teduh. Kebanyakan orang menganggap kharisma itu berhubungan dengan mistik, hampir tidak dapat didefinisikan, mereka berasumsi bahwa karakter itu bawaan sejak lahir. Sehingga apabila kita mengacu pada definisi yang di kembangkan oleh Dr. Doe Lang, pada dasarnya kunci utama dari karisma tersebut adalah menghargai orang lain secara tulus. Seseorang yang secara tulus yang mementingkan dan menghargai secara tidak langsung menunjukkan karismanya. Seringkali, jika ditanya oleh seseorang, apa sebenarnya hobi kita? Kita kesulitan menjawabnya. Lalu ditanya, apa sebenarnya bakat kita? Kita malah bingung, sebenarnya punya bakat apa ya? Ketika ditanya tentang cita-cita, malah kebanyakan orang semakin bingung, punya cita-cita apa? Hal yang sama juga terjadi, jika ditanya soal apa sesungguhnya yang menjadi keinginan kita di masa depan nanti? Banyak orang yang bingung dalam menjawabnya. Apapun itu namanya, hobi, bakat, keinginan, dan cita-cita; seringkali memang membuat kita menjadi bingung dan bimbang, bagaimana harus menjawabnya dengan benar. Kebingungan kita tersebut sebenarnya tidak bisa lepas dari kuatnya pengaruh lingkungan tempat kita berada, sejak masa kanak-kanak sampai dengan masa dewasa ini. Pada masa kecil kita, sebenarnya kita sudah punya keinginan-keinginan pribadi sendiri. Akan tetapi, pada saat kita ingin menyalurkan keinginan kita, seringkali ada hambatan dari lingkungan tempat kita berada. Hambatan lingkungan itu bisa berasal dari orang tua kita, dari teman-teman sepermainan, teman-teman sekolah ataupun dari kakek-nenek kita sendiri. Mereka semualah sesungguhnya yang menjadikan kita bingung dan bimbang dalam memahami bakat, keinginan atau cita-cita kita pada saat dewasa nanti. Pengaruh lingkungan ini begitu kuatnya, sehingga kita menjadi lebih cenderung untuk mengikuti apa yang diinginkan oleh lingkungan kita pada diri kita; diri kita akan menjadi sesuai dengan keinginan lingkungan tersebut, dan tidak menjadi diri kita sendiri. Saya sendiri pernah mengalami kejadian-kejadian, yang memaksa diri saya, mau atau tidak mau harus mengikuti atau menuruti apa yang diinginkan oleh lingkungan tempat Saya berada saat itu. Seringkali, karena kita belum mempunyai pendirian dan kepribadian kuat; maka biasanya kita mau tidak mau harus menuruti apa yang diinginkan lingkungan, dan kita juga harus melakukannya. Pada saat kita masih kecil, seringkali orang tua kita punya keinginan, agar kita bisa dan mau mengikuti keinginan mereka; misalnya, banyak orang tua menginginkan anaknya menjadi seorang dokter, atau insinyur; padahal si anak sebenarnya lebih senang di bidang seni atau yang selalu berhubungan dengan bentuk-bentuk seni. Pada gilirannya nanti, saat si anak benar-benar menjadi seorang dokter atau insinyur, biasanya dia akan merasakan ada sesuatu yang kurang pada dirinya; dan itu disebabkan oleh keinginan dirinya yang “dipendam dalam” oleh keinginan orang tuanya. Dan banyak sekali kasus demikian, sehingga pada akhirnya, si dokter atau si insinyur tersebut meninggalkan gelar dan profesinya, kemudian mulai mengikuti keinginannya yang sudah sekian lamanya dipendam oleh ambisi orang tuanya tersebut. Sehingga akhirnya dia bisa menjadi lebih sukses lagi, bahkan tidak hanya sukses dari segi materi, melainkan juga dia bisa berbahagia menikmati hidupnya sesuai dengan keinginan atau bakat dan cita-citanya sejak dia masih kecil. Pada kenyataan hidup sekarang ini, Saya bisa melihat adanya fenomena-fenomena seperti itu. Saya bisa melihat ada pelukis yang bergelar insinyur, sarjana ekonomi atau sarjana lainnya, banyak aktris atau aktor dengan gelar dokter atau sarjana hukum ataupun gelar-gelar yang lain. Banyak penyanyi menyandang gelar yang tidak sesuai dengan dunia yang digelutinya saat ini. Bahkan banyak orang menekuni sebuah profesi yang jauh sekali dari jurusan pendidikan akademisnya. Inilah suatu fenomena, yang sesungguhnya hasil dari pemaksaan keinginan lingkungan tempat hidup kita, kepada diri kita sejak masa kanak-kanak sampai dewasa ini. Untuk membentuk sebuah konsep diri secara benar, sesuai dengan siapa diri Saya sesungguhnya, dan apa yang Saya benar-benar inginkan dalam hidup ini; sebenarnya bisa Saya lakukan lagi pada saat ini. Saya sesungguhnya bisa membentuk kembali konsep diri sendiri. Saya bisa mulai membuat visi baru mengenai siapa diri Sayasebenarnya, diri Sayayang benar-benar baru dan lebih baik tentunya. Saya harus memandang diri Saya sendiri dengan sudut pandang yang benar, sudut pandang yang bisa menghargai siapa diri Saya sendiri. Sehingga, dengan melihat secara benar mengenai siapa diri sendir, maka Sayasudah melakukan langkah awal untuk menuju kepada suatu pembentukan sebuah konsep diri yang baru. Tidak ada kata terlambat, jika itu untuk suatu kebaikan bagi diri Saya sendiri. Memang bukan suatu hal yang mudah untuk membentuk konsep diri dengan benar sebagaimana keinginan sendir; hal ini disebabkan besarnya dan kuatnya pengaruh dari lingkungan sekitar . Pokok terpenting di sini adalah: Saya harus membuat sebuah konsep baru mengenai citra diri Saya sebenarnya, citra diri yang Saya impikan, yang benar-benar Saya inginkan sebagai diri Saya sesungguhnya. Selanjutnya Saya harus berpikir dan bertindak dengan kepercayaan penuh sesuai dengan apa yang menurut Saya benar mengenai siapa diri Saya sesungguhnya; sebagaimana yang sudah Saya programkan sekarang ini. Sehingga pada akhirnya pikiran bawah sadar Saya akan mengambil alih, karena hukum pikiran kita adalah hukum kepercayaan; dan pikiran bawah sadar kita itu peka dan tanggap terhadap apa saja yang kita pikirkan dengan penuh kepercayaan. Oleh karena itu pada gilirannya Saya akan berpikir dan bertindak sebagaimana konsep diri yang Saya benarkan dan Saya terima dengan rasa percaya yang membetuk keikhlasan, bahwa itu adalah diri Sayayang sejati; sehingga Sayaakan benar-benar menjadi diri sendiri sesuai dengan konsep diri yang baru itu. Hal penting yang harus diingat adalah, bahwa begitu pikiran bawah sadar sudah menerima suatu gagasan, maka dengan serta merta pelaksanaannya langsung dimulai. Bagaimana Saya sampai menempati bumi ini? Jawaban secara radikal adalah saya tidak tahu. Akan tetapi kalaupun dibuktikan secara ilmiah dan agama yang saya yakini tentu akan terjawab. Pembuktiannya sebagai berikut. Kapan saat kamu terkecil yang bisa saya ingat ? Semasa 2 tahun, 4 tahun atau ketika bayi ? ingatkah kita pada saat kita lahir ? sulit dan tidak mungkin di jawab oleh diri sendiri Kenapa kita yakin bahwa yg melahirkan kita itu “ibu” kita yg sekarang kita kenal ? Paling tidak hanya karena surat kenal lahir atau akta kelahiran. Bahkan mungkin foto kita wektu berumur beberapa hari yg di “klaim” itu adalah diri kita waktu kecil. Walaupun tanpa ada memory (ingatan di otak) dan kita percaya saja kan … apa kata nenek, om, tante dsb. Keyakinan bahwa foto itu adalah diri kita hanyalah keyakinan yg “dihembuskan” oleh pendahulu kita tanpa kita menyadarinya. Apakah kebenaran teori darwin bisa terbantahkan dengan kemajuan teknologi saat ini? Tentu sebagai seorang yang beragama saya yakini saya di ciptakan oleh TUHAN YANG MAHA ESA. Banyak orang mengatakan bahwa kalau asal manusia menurut versi agama dan versi sejarah tidak bisa dihubungkan. Agama mengatakan bahwa manusia pertama di bumi ini adalah Adam dan Hawa yang berasal dari surga (tanah?), sedangkan sejarah mengatakan bahwa manusia berasal dari kera dan berevolusi menjadi manusia. Ada pandangan bahwa Manusia ciptaan Tuhan dan manusia purba yang mirip kera yang berevolusi hidup bersamaan di jaman yang sama. Sebenarnya Tuhan tidak menciptkan manusia, melainkan manusia adalah pecahan roh dari Tuhan.

“Sungguh suatu hal yang tidak menguntungkan untuk dilahirkan sebagai manusia di alam kehidupan yang tidak abadi ini. Setiap manusia pasti akan mengalami umur tua, sakit, dan kematian. Walau demikian manusia harus bersyukur, karena ternyata dilahirkan sebagai binatang akan jauh lebih menderita” -Huan Lie-

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s