Geomorfologi Terumbu Karang di Kabupaten Kepulauan Sitaro (unpublished)


Secara geomorfologi, pulau-pulau kecil yang berada di Kabupaten Kepulauan Sitaro adalah merupakan pulau Vulkanik.  Dari hasil studi yang dilakukan, menunjukkan terumbu karang yang ada memiliki kekhasan ciri geometrik terumbu pulau kecil yang berkelompok (morphostructural group) .  Kabupaten Kepulauan Sitaro memiliki panjang garis pantai ± 226,857 km dan luas total setiap pulaunya ± 38 501,691 Ha (hasil perhitungan), mencirikan kondisi morfologi terumbu yang berbeda-beda, dimana hasil pengukuran lapangan dan analisis data dari tujuhbelas lokasi penelitian gambaran morfometri terumbu umumnya terdiri dari 3 tipe reef yang ada yaitu terumbu belakang (back reef), rataan terumbu (reef flat) dan terumbu depan (reef front). Gambar di bawah ini menunjukkan hasil digital elevation model (DEM) dan biocenosis geometrik terumbu yang terbentuk.

Lokasi

Karang Batu

Stok Ikan

Geometrik Unit (ha)

Tipe Geometrik Terumbu Pulau

Persentasi

(%)

Stok Ikan(ind/250m) TerumbuBelakang RataanTerumbu TerumbuDepan
Biaro Utara

40.00

732

13.32 28.38 16.96 Rectangle reef (v)
P. Ruang

30.00

611

2.29 5.52 3.48 Triangle reef (v)
Pasige 1

31.96

338

23.22 112.94 34.88 Circle reef (nv)
Pasige 2

28.96

453

4.67 32.44 6.91 Circle reef (nv)
Makalehi 1

50.56

466

0.78 2.17 1.28 Circle Reef (v
Makalehi 2

30.80

409

3.71 1.85 1.43 Circle Reef (v
Pahepa 1

40.96

298

3.25 21.71 9.27 Kidney shape reef (v)
Pahepa 2

50.92

304

1.38 11.43 3.71 Kidney shape reef (v)
Mahoro 1

31.60

429

4.07 5.43 2.25 Rectangled reef (v)
Mahoro 2

37.04

433

4.34 4.63 1.86 Rectangled reef (v)

Model pendekatan geometric terumbu pulau-pulau kecil ini adalah merupakan salah satu cara di dalam penentuan unit kawasan konservasi, bukan sebagai syarat ekslusif dalam membuat keputusan tentang kebijakan atau zonasi kawasan konservasi. Sebaliknya metode ini memperkirakan kelas terumbu dan ikan target sebagai unit di dalam pernentuan lokasi konservasi, sehingga perlu ada kombinasi lain yang berhubungan dengan target konservasi lainnya. Target konservasi ini bisa di kombinasikan dengan keberadaan spesies langka (endangered spesies), sosial ekonomi nelayan, aktivitas transportasi dan faktor fisik perairan di dalam penetapan status kawasan konservasi.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s