Sistem Informasi Geografis sebagai senjata strategis jitu dalam perencanaan bisnis retail


Rangkuman kuliah twitternya @httsan

Sistem Informasi Geografis sebagai senjata strategis jitu dalam perencanaan bisnis retail

Jumpa lagi, kultwit kali ini ttg “SIG sebagai senjata jitu perencanaan bisnis retail”

SIG pada mulanya banyak dikembangkan untuk kepentingan analisis fisik dan biofisik Kita dgn mudah menentukan lokasi yg sesuai u/ mendirikan bangunan berdasar analisis fisik.Misalnya, kemiringan lahan, kondisi geologi, penutupan lahan adalah parameter yg biasa dipakai. Dalam menentukan daerah berisiko bencana longsor, atau kesesuaian penanaman dlm pertanian itu hal biasa.

Bagaimana dengan penggunaan SIG dalam bidang “ekonomi dan perdagangan”..? Pada sekitar tahun 1996/1997an, saat mendekati pergantian rezim negeri ini, ada peristiwa menarik terjadi. Dan hal ini, setelah sekian waktu berjalan, baru terlihat adalah bagian dari keterlibatan SIG dalam ekonomi-perdagangan.

Beginilah kisahnya, tersebutlah satu perusahaan retail besar negeri ini, berinisial M, berpromo total 1M. M menjanjikan para pelanggan hadiah “total” sebesar 1 Milyar dg pengundian berkala. Bagaimana cara mengikuti? Sangat mudah, pembeli/pelanggan diberi formulir yg harus dilengkapi datanya. Data yg tidak lengkap akan berpengaruh pada pemberian hadiah… Baiklah, maka mari serius mengisi data Nama, tgl lahir, pendidikan, alamat rumah sesuai KTP atau tanda pengenal lain. Ini standar…

Ada juga isian: pekerjaan, rentang penghasilan per bulan, besar rupiah untuk belanja bulanan, demi mengurangi masalah “jika beruntung” mendapatkan hadiah, maka semua diisi dg benar Formulir dikembalikan, dg bukti selembar kertas yg ada “barcode”-nya untuk digunakan saat belanja.

Saat anda belanja di M, berlokasi dimanapun, jangan lupa pindai barcode-nya utk mendapatkan poin undian. Hal ini tentunya mempermudah anda mendapatkan kesempatan menambah poin undian dimanapun belanja di M. Dari sisi pembelanja, sangat menguntungkan. Hadiah yg total (baca: TOTAL) 1 Milyar semoga didapat.

Dari sisi penyelenggara..? apa untungnya..? 1 Milyar akan terbuang untuk promosi melalui hadiah2 itu..? 1 Milyar sama sekali tdk ada artinya, dibandingkan dgn… data pelanggan yg didapat dgn “cuma-cuma”.

  • Perusahaan dengan cepat mendapatkan data “segalanya” dari pelanggan yg memberikan dg senang hati dan legal.
  • Data pelanggan apa saja? Lokasi rumah dan lokasi kantor menggambarkan jalur harian Umur, penghasilan dan jumlah belanja bulanan menggambarkan kelas pelanggan
  • Saat belanja, ketahuan dimana saja pelanggan biasa belanja, dari pindaian barcode-nya Semua “rahasia dapur” pelanggan bisa terungkap dari data utama (isian) dan kebiasaan (lokasi belanja).

Harga dari data ini tentunya tidak sebanding dgn total 1 Milyar hadiah yg diberikan…disinilah kekuatan data dan informasi?

Karena apa? dari data ini sang penyelenggara dapat dgn sangat mudah melakukan “analisis keruangan”.

Dgn memasukkan data pada SIG, maka analisis dapat dilakukan sangat mudah.

Tentang apa saja..?

  • Dapat melihat sejauh mana lokasi retail yg ada saat ini sudah optimal..?
  • Baik dari segi ragam barang
  • Maupun dari segi banyaknya pelanggan yg “mengakses” lokasi tersebut.
  • Perencanaan cepat dan mudah…!
  • Dapat juga melihat titik2 (lokasi2) potensi untuk mendirikan outlet baru, dimana sajakah?
  • Dan dgn membandingkan lokasi kompetitor, masalah ekspansi bisa dengan mudah dilakukan

Analisis keruangan ini dilakukan semua berbasis informasi yg sangat kaya, dan “benar”, dari pelanggan. Nah, adakah arti hadiah 1 Milyar dibandingkan dg keuntungan yg akan diperoleh..?

Strategi jitu dalam mendapatkan data “gratis dan benar” telah dilakukan secara “legal”.

Semua informasi pelanggan tadi adalah “amunisi” yang luar biasa berharga.

Dan “senjata” yang digunakan adalah SIG, Sistem Informasi Geografis, sebagai alat analisis handal.

Kejelian melihat sikon dan menerapkan strategi jitu dalam menambang data publik sangat diperlukan.

Selanjutnya, SIG yang membereskannya :D

Sekian kultwit kali ini, mohon maaf jika ada kekurangan. Terimakasih atas perhatian. Sampai jumpa

 

NB: Catatan dari perangkum

  •  Ingat saja setiap anda menggunakan situs tertentu atau aplikasi tertentu banyak pengguna-pengguna yang melakukan sharing data dan lokasi, hal ini memudahkan dalam pengumpulan data
  • Data-data lokasi dan keruangan yang di sharing di setiap ada kejadian, peristiwa akan sangat membantu dalam strategi dan analisis lokasi dan keruangan
  • Namun perlu diingat pengumpulan data pribadi harus dilakukan secara legal, dalam hal ini kita menggunakan data yang di sharing secara pengguna secara sadar dengan mengisi formulir-formulir yang disediakan pengelola situs/aplikasi, kadang memang ada pengumpulan secara ilegal, seperti yang dituduhkan pengguna iPhone di Korea Selatan yang menuduh Apple mengunduh data-data di smartphone mereka secara diam-diam, namun mungkin saja tuduhan ini tidak berdasar, bisa jadi semata-mata karena dilatarbelakangi perseteruan Apple dan Samsung

Dermikianlah sekali terima kasih atas perhatiannya, sementara ini yang bisa di share mudah2an di lain kesempatan kita bisa sharing lagi hal lainnya

Perangkum: Jeffri Argon: ekonom, yang  mempraktikkan teori lokasi dan keruangan

follow @httsan dan @jeffri_tsg at twitter

Sumber:
http://jeffriargon.co.cc/pengumuman.php?id=4

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s