Uji Validasi pada sebuah Sistem


Ini adalah hasil ekspresi selama dua bulan setelelah selesai mengikuti dua kejadian penting dalam hidup saya tepatnya pada tanggal 7 dan 27 July 2012, menjawab suatu pertanyaan dari seorang Professor dan Doktor pakar ilmu sistem, bagaimana anda melakukan suatu validasi dalam penelitian anda? Untuk uji validasi, apakah yang di uji sistem nyata atau hasil dari simulasi, dan menggunakan apa uji validasinya?

Pertama, soal makna validasi, yang kerap diartikan sebagai upaya untuk membangun kepercayaan mengenai kegunaan model dalam kaitannya dengan tujuan pemodelan. Validasi adalah proses bertahap; bukan hanya dilakukan setelah model dibangun, melainkan terus menerus dilakukan dalam setiap tahap pemodelan system dynamics.

Kedua, Validasi model menyangkut dua hal formal (kuantitatif) dan informal (kualitatif). Biasanya validasi dalam system dynamics dilakukanpada tiga aspek: 1) structural tests, 2) structure oriented behavior tests dan 3) behavior pattern tests.  Validasi formal biasanya dilakukan setelahmodel selesai, tetapi pada prosesnya, validasi model tidak bias sepenuhnya obyektif, kuantitatif dan formal.  Selain itu ada pula komponen informal,subjektif dan kualitatif dalam proses validasi model.

Direct Structural Tests bisa dilakukan secara empiris dan teoritis. Cara empiris, peneliti membandingkan validitas persamaan model,dibandingkan dengan pengetahuan yang ada dalam sistem tersebut (misalnya jangan sampai jika bak bocor, cadangan air dibak berkurang, tetapi persamaan kita ternyata menambah air di bak).  Cara teoritis peneliti membandingkan persamaan model dengan literatur.  Selain itu ada beberapa uji lain seperti tes struktur dan parameter dan konsistensi dimensi.  Software simulasi sekarang ini mensupport cek konsistensi dimensi sejak awal membangun model

Structure oriented behavior, adalah dengan menerapkan uji terhadap perilakumodel, mengganti dan mencari parameter yang sensitif di dalam model danmengecek perilaku model. Salah satu kriterianya juga adalah melihat apakahperilaku model masuk akal atau tidak di dunia nyata, ketika kita melakukantest extreme condition (mengubah nilai salah satu parameter penting dengannilai ekstrim). Jadi mengujinya bisa juga di dunia nyata, misalnya melalui «focused group discussion», atau memperlihatkan perilaku model pada stakeholders dan menanyakan pendapatnya apakah model tersebut masuk akal atau tidak terutama jika menggunakan pendekatan kualitatif. Ada juga yang melakukan survey. Selebihnya , di buku Sterman, seluruh uji dan test validasi tersebut dipaparkan dengan jelas di bab 21 (dan juga di sejumlah buku textbook system dynamics). Mungkin saya bisa memberikan saran tambahan untuk juga membaca artikel Yaman Barlas mengenai Validasi.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s